Kirab Mahkota Binokasih 2026 Siap Semarakkan Bandung, DPRD Jabar Harap Jadi Momentum Persatuan Warga
CianjurNews.Id || Bandung – Kirab Mahkota Binokasih 2026 dipastikan akan menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Jawa Barat tahun ini. Pemerintah bersama panitia pelaksana telah menyiapkan rangkaian pawai budaya, pagelaran seni, hingga rekayasa lalu lintas guna mendukung kelancaran acara yang akan dipusatkan di kawasan Kota Bandung pada 16–17 Mei 2026.
Berdasarkan informasi resmi yang dirilis Humas Jawa Barat, rangkaian kegiatan akan diawali dengan Pawai Kirab Budaya pada Sabtu malam, 16 Mei 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan mulai pukul 19.30 WIB dengan titik keberangkatan dari Kiara Artha Park.
Iring-iringan Mahkota Binokasih bersama 25 seni helaran dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat akan melintasi Jalan Kiaracondong, Jalan Jakarta, Jalan Supratman hingga berakhir di kawasan Gedung Sate.
Suasana diperkirakan semakin meriah karena masyarakat disebut sudah mulai memadati sejumlah titik jalur kirab sejak sore hari. Warga diprediksi berkumpul di sepanjang Jalan Jakarta dan Jalan Supratman mulai pukul 17.30 WIB untuk menyaksikan langsung rombongan budaya yang melintas.
Sementara itu, malam puncak dan pagelaran seni akan digelar pada Minggu, 17 Mei 2026 mulai pukul 20.00 WIB hingga tengah malam di area Parkir Barat Gedung Sate. Agenda penutup napak tilas budaya tersebut akan menampilkan teatrikal budaya, pertunjukan musik, hingga penampilan budayawan Sujiwo Tejo dan Tri Utami.
Untuk mendukung pengamanan kegiatan, pihak kepolisian bersama Dinas Perhubungan Kota Bandung akan menerapkan penutupan jalan secara situasional. Pada Sabtu malam, Jalan Kiaracondong akan ditutup sebagian saat persiapan pemberangkatan kirab, sedangkan Jalan Jakarta dan Jalan Supratman ditutup total secara bertahap selama rombongan budaya melintas.
Adapun pada Minggu sore hingga malam, Jalan Diponegoro di depan Gedung Sate hingga kawasan Lapangan Gasibu akan ditutup total guna sterilisasi area panggung utama. Jalan Cimandiri dan Jalan Cilaki juga akan dibatasi dan hanya digunakan untuk jalur evakuasi serta kendaraan tertentu.
Panitia turut mengimbau masyarakat memanfaatkan kantong-kantong parkir resmi untuk menghindari kemacetan dan parkir liar. Beberapa titik parkir yang disiapkan di antaranya area parkir dalam Kiara Artha Park, kawasan komersial di Jalan Jakarta, area parkir DPRD Jawa Barat, Pusdai Jabar, hingga kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat yang dinilai strategis bagi pengunjung yang ingin berjalan kaki menuju Gedung Sate.
Menanggapi pelaksanaan kegiatan tersebut, anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PAN, H. Raden Tedi, ST, MM, membenarkan bahwa agenda budaya tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas dan kebersamaan masyarakat Jawa Barat.
Menurutnya, Kirab Mahkota Binokasih bukan sekadar seremoni budaya, melainkan simbol pemersatu masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Barat.
“Kami berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar, aman, dan masyarakat Jawa Barat bisa bersuka cita mengikuti sekaligus menikmati kegiatan budaya ini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa semangat kebudayaan harus menjadi perekat persatuan antara masyarakat dan para pemimpinnya.
“Acara seperti ini diharapkan mampu menghadirkan semangat persatuan dan persaudaraan di antara warga dan para pemimpinnya. Insya Allah semangat ‘Jabar Istimewa’ akan benar-benar terwujud,” tegasnya.
Pemerintah dan panitia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas, serta mengutamakan keselamatan selama menghadiri seluruh rangkaian kegiatan Kirab Mahkota Binokasih 2026 di Kota Bandung.***
(CianjurNews/Rakan)






