Kirab Budaya Jabar 2026 Jadi Magnet Nasional, Tokoh Pusat hingga Seniman Nusantara Hadir di Bandung
CianjurNews.Id || Bandung – Puncak Kirab Budaya Jawa Barat 2026 di Kota Bandung dipastikan menjadi salah satu perhelatan budaya terbesar tahun ini. Tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya Sunda, kegiatan tersebut juga menjelma menjadi panggung persatuan nasional yang mempertemukan pejabat pusat, tokoh nasional, budayawan, tokoh Sunda, seniman lintas daerah, hingga unsur TNI-Polri dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat menjaga budaya bangsa.
Atmosfer Bandung dipenuhi nuansa adat dan kebudayaan Nusantara. Ribuan masyarakat memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan helaran budaya dari berbagai daerah di Jawa Barat serta penampilan seni tradisional dari sejumlah daerah lain di Indonesia yang turut diundang memeriahkan acara.
Kirab Budaya Jabar tahun ini disebut bukan sekadar seremoni budaya, tetapi juga simbol kuat kebangkitan identitas kesundaan dan penguatan rasa memiliki masyarakat terhadap Jawa Barat sebagai pusat budaya dan peradaban Sunda.
Sejumlah pejabat pusat dan tokoh nasional telah hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya ST Burhanuddin, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, unsur DPD RI seperti Agita Nurfianti dan Aanya Rina Casmayanti, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Hadir pula sejumlah tokoh nasional dan sesepuh Jawa Barat seperti Mochamad Iriawan, Bey Machmudin, TB Hasanuddin, Junico Siahaan, Dede Yusuf, dan Anton Sukartono Suratto.
Dari kalangan tokoh publik dan budaya nasional, nama-nama seperti Dedi Dukun,Shinta Nuriyah Wahid, Didi Mahardika, hingga penyanyi Sunda populer Cita Citata juga hadir. Bahkan beberapa budayawan dari luar negeri juga ikut memeriahkan kegiatan tersebut.
Kehadiran unsur TNI dan Polri semakin memperlihatkan besarnya perhatian terhadap kegiatan budaya tersebut. Sejumlah pejabat tinggi yang hadir antara lain Dansekso TNI, Danpussenif TNI, Pangdam III/Siliwangi, Kapolda Jawa Barat, Kajati Jawa Barat, Pangkormar, serta Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat.
Selain helaran budaya Sunda dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat, diramaikan juga dengan pertunjukan seni dari berbagai daerah Nusantara seperti tari tradisional Bali, pertunjukan Reog Ponorogo dari Jawa Timur, budaya Minangkabau dari Sumatera Barat, hingga seni khas Betawi dan Banten sebagai simbol persatuan budaya Indonesia.
Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi PAN, H. Raden Tedi, ST.MM., menilai Kirab Budaya Jabar 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas Jawa Barat dan kebanggaan masyarakat Sunda.
“Kegiatan ini luar biasa karena mampu menyatukan seluruh elemen bangsa dalam semangat budaya. Tokoh nasional hadir, pejabat pusat hadir, budayawan hadir, tokoh Sunda hadir, bahkan seniman lintas daerah juga ikut memeriahkan. Ini menunjukkan budaya Sunda memiliki daya tarik besar dan menjadi perekat persatuan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan budaya berskala besar seperti ini harus terus dijaga dan dijadikan agenda rutin tahunan karena mampu meningkatkan rasa bangga masyarakat terhadap identitas Jawa Barat.
“Budaya Sunda jangan hanya menjadi simbol sejarah, tetapi harus menjadi kekuatan karakter masyarakat Jawa Barat. Momentum ini memperlihatkan bahwa urang Sunda tetap memiliki semangat silih asah, silih asih, dan silih asuh dalam menjaga persatuan,” katanya.
Ia juga menilai kehadiran para tokoh senior dan lintas generasi menjadi pesan moral penting bahwa budaya mampu menyatukan semua kalangan di atas perbedaan politik maupun kepentingan.
“Ketika tokoh-tokoh besar Jawa Barat berkumpul dalam suasana budaya, itu menunjukkan bahwa Jawa Barat memiliki kekuatan persaudaraan yang sangat kuat. Ini penting untuk memperkokoh persatuan masyarakat dan menjaga martabat Jawa Barat,” tegasnya.
Kirab Budaya Jabar 2026 diperkirakan menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Indonesia tahun ini sekaligus menegaskan posisi Jawa Barat sebagai pusat kebudayaan Sunda yang tetap hidup, kuat, dan membanggakan di tingkat nasional.***
(CIANJURNEWS.ID/AR)






