INDIKASI BERMASALAH, TIMSEL BAZNAS CIANJUR DIGUGAT PESERTA SELEKSI
“Peserta Seleksi Sebut Proses Berpotensi “Cacat Demi Hukum”, Isu Kedekatan dengan Lingkar Kekuasaan Ikut Disorot”
CianjurNews.Id || Cianjur — Proses seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur periode 2026–2031 menuai sorotan tajam. Salah seorang peserta seleksi yang dinyatakan lolos tahap administrasi, Andi Syarif Hidayatulloh atau yang akrab disapa Anditar, melontarkan kritik keras terhadap kinerja Tim Seleksi (Timsel) yang dinilai tidak profesional, tidak transparan, dan berpotensi melanggar ketentuan hukum.
Dalam keterangannya kepada media, Andi tar menyebut proses seleksi yang kini memasuki tahapan wawancara diduga sarat persoalan administratif dan minim keterbukaan informasi publik.
“Berani karena benar. Andi tar bukan pecundang, tapi pejuang,” ujarnya dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi.
Ia mengaku mengalami berbagai kendala sejak awal tahapan seleksi, terutama saat pengunggahan makalah yang disebut terganggu akibat perubahan sistem dan revisi pada akun maupun website Timsel.
“Dari awal pemberitahuan seleksi, akun atau website Timsel banyak melakukan revisi sehingga kami tidak bisa melakukan upload makalah. Ini menunjukkan ketidakprofesionalan penyelenggara,” katanya.
Tak hanya menyoroti persoalan teknis, Andi tar juga mempertanyakan komitmen Timsel terhadap prinsip keterbukaan informasi publik. Menurutnya, sejumlah dokumen penting yang berkaitan dengan proses seleksi tidak dipublikasikan secara terbuka kepada peserta maupun masyarakat.
Beberapa dokumen yang dipersoalkan antara lain Surat Keputusan (SK) Bupati terkait penunjukan Tim Seleksi, serta hasil penilaian Computer Assisted Test (CAT) dan makalah peserta.
Ia menilai kondisi tersebut bertentangan dengan semangat transparansi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, serta aturan teknis seleksi yang mengacu pada Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2025.
“Nilai hasil CAT dan makalah tidak dipublikasikan. SK penunjukan Timsel juga tidak dibuka secara transparan. Ini menjadi bagian dari dugaan pelanggaran yang akan kami sampaikan lebih lanjut,” tegasnya.
Anditar mengaku tengah menyiapkan langkah hukum melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), sekaligus aksi penyampaian pendapat di muka umum untuk mengawal proses seleksi tersebut. Ia bahkan menyebut proses seleksi calon pimpinan BAZNAS Kabupaten Cianjur berpotensi “cacat demi hukum” dan layak dilakukan seleksi ulang secara menyeluruh.
“Hal-hal lain yang menjadi dasar dugaan pelanggaran hukum Timsel akan saya orasikan dalam aksi dan juga dilaporkan melalui jalur PTUN,” ujarnya.
Di tengah polemik tersebut, muncul pula informasi dari sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan. Sumber tersebut menyebut adanya dugaan bahwa sejumlah nama yang diperkirakan akan lolos seleksi memiliki kedekatan dengan lingkar kekuasaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur.
Menurut sumber itu, isu campur tangan pihak tertentu dalam penempatan jabatan di lingkungan birokrasi Kabupaten Cianjur sudah lama menjadi perbincangan di kalangan aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat Cianjur.
“Sudah jadi rahasia umum, banyak yang menilai proses rotasi-mutasi maupun penempatan jabatan kerap dikaitkan dengan orang dekat keluarga penguasa,” ujar sumber tersebut kepada CianjurNews.id.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada bukti resmi maupun pernyataan terbuka yang dapat mengonfirmasi dugaan tersebut. Redaksi menekankan bahwa informasi ini masih sebatas indikasi dan membutuhkan klarifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.
Sebagai lembaga yang mengelola dana umat, proses seleksi pimpinan BAZNAS semestinya dilaksanakan secara profesional, transparan, akuntabel, dan bebas dari konflik kepentingan. Publik memiliki kepentingan untuk memastikan proses tersebut berjalan bersih demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pengelola zakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Tim Seleksi BAZNAS Kabupaten Cianjur maupun Pemerintah Kabupaten Cianjur belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai tudingan tersebut. Redaksi CianjurNews.id masih berupaya meminta konfirmasi dan hak jawab dari pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi sesuai kaidah jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik.***






