ANGGARAN SERET, RAKYAT DIKORBANKAN: FORUM WARGA CIANJUR PERTANYAKAN KEBERPIHAKAN BUPATI WAHYU

Keberpihakan Bupati Cianjur Mnegenai Kesehatan Dipertanyakan Rakyat Cianjur

UHC Dipersoalkan, Proyek Tetap Berjalan—Mana Prioritas Rakyat?

CIANJURNEWS.ID | Cianjur — Ketika kemampuan fiskal Kabupaten Cianjur terbatas, bahkan muncul persoalan defisit anggaran, pertanyaan tentang keberpihakan kebijakan Bupati Cianjur Wahyu Ferdian terhadap rakyat semakin menguat.

Sorotan terutama menyangkut sektor kesehatan. Ketika akses masyarakat terhadap UHC mengalami perubahan, publik mempertanyakan apakah seluruh kebijakan penghematan benar-benar sudah diarahkan pada perlindungan kepentingan masyarakat kecil.

Ketua Forum Warga Cianjur, Agung Herdi ST, MM, menilai pemerintah harus berani menunjukkan keberpihakannya ketika anggaran sedang tidak longgar.

“Kami bukan anti pembangunan. Tetapi ketika anggaran terbatas, jangan rakyat kecil yang pertama kali merasakan dampaknya. Pemerintah harus menunjukkan mana yang benar-benar prioritas dan mana yang masih bisa ditunda,” tegas Agung.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur memang penting. Namun kesehatan masyarakat juga merupakan kebutuhan dasar yang tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan belanja yang kurang mendesak.

“Kalau rakyat sakit, mereka tidak bisa menunggu. Karena itu, keberpihakan pemerintah justru diuji ketika anggaran sedang sulit. Jangan sampai proyek tetap berjalan, sementara hak dasar rakyat justru dipertanyakan,” ujarnya.

Agung juga meminta DPRD dan Pemkab Cianjur membuka data secara transparan mengenai perubahan APBD, termasuk belanja kesehatan, proyek pembangunan, serta program yang mengalami penambahan maupun pengurangan anggaran.

Ia menegaskan, tudingan adanya kepentingan kelompok tertentu jangan dijadikan kesimpulan sebelum ada bukti. Namun kecurigaan publik harus dijawab dengan transparansi.

PERTANYAANNYA SEDERHANA:

Di tengah keterbatasan anggaran, siapa yang sebenarnya menjadi prioritas Bupati Wahyu—rakyat yang membutuhkan pelayanan dasar, atau program-program yang masih bisa ditunda?

Bagi Agung, jawabannya harus terlihat dalam angka APBD dan kebijakan nyata, bukan sekadar pernyataan.

Sebab keberpihakan seorang kepala daerah paling mudah diuji bukan ketika uang berlimpah, tetapi ketika anggaran sedang sulit.

Dan rakyat Cianjur kini sedang menunggu jawaban dari keseriusan Bupati Wahyu Ferdian.***

(CianjurNews.id/ARA)