Komisi IV DPRD Jabar Sidak Infrastruktur Bandung Barat–Subang, H Raden Tedi, ST.MM : “Jangan Main-Main dengan Uang Rakyat!”

Kunjungan Kerja Komisi IV DPRD Jabar

CIANJURNEWS.ID || Bandung – Komisi IV DPRD Jawa Barat melakukan rangkaian kunjungan kerja Non Pansus ke Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang pada 19–21 Mei 2026 dengan fokus pengawasan pembangunan infrastruktur strategis yang dinilai langsung menyentuh kepentingan masyarakat Jawa Barat.

Kunjungan tersebut meliputi peninjauan gapura perbatasan Bandung Barat–Subang, rest area baru di kawasan Ciater, hingga fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalur wisata Ciater. Namun di balik agenda peninjauan itu, muncul pesan keras dari Komisi IV terkait kualitas pembangunan di Jawa Barat yang ditegaskan tidak boleh asal jadi dan harus benar-benar memuaskan masyarakat.

Anggota Komisi IV DPRD Jabar, H. Raden Tedi, ST, MM., menegaskan pembangunan infrastruktur di Jawa Barat tidak boleh hanya mengejar formalitas proyek atau seremonial semata, melainkan harus memberikan manfaat nyata, aman, berkualitas, dan membanggakan warga Jawa Barat.

Menurutnya, setiap rupiah yang digunakan dalam pembangunan berasal dari pajak rakyat sehingga hasilnya wajib kembali dirasakan masyarakat secara maksimal.

“Jangan sampai masyarakat hanya melihat proyek bagus di awal, tetapi cepat rusak karena kualitas dikurangi. Uang pembangunan itu uang rakyat, bukan uang pribadi. Maka hasilnya harus benar-benar memuaskan warga Jawa Barat,” tegas Raden Tedi dalam keterangannya.

Saat meninjau gapura perbatasan Bandung Barat–Subang, Raden Tedi menyebut bangunan tersebut bukan sekadar penanda wilayah, tetapi simbol identitas budaya Jawa Barat yang harus memiliki nilai estetika dan daya tarik wisata.

Ia mengatakan pembangunan infrastruktur modern tetap harus memperhatikan filosofi budaya dan karakter lokal Sunda agar Jawa Barat memiliki ciri khas yang kuat di tengah perkembangan pembangunan.

“Gapura ini memiliki filosofi kebudayaan dan identitas daerah. Kalau dibangun serius dan berkualitas, ini bisa menjadi ikon kawasan sekaligus daya tarik wisata,” ujarnya.

Dalam kunjungan ke rest area baru di Ciater, Komisi IV juga menyoroti pentingnya fasilitas publik yang tertata dan memberi kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan. Raden Tedi menilai keberadaan rest area menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan penataan kawasan wisata di Subang.

Sedangkan saat meninjau PJU di Jalan Ciater, ia menekankan bahwa keberadaan penerangan jalan bukan hanya soal estetika, tetapi menyangkut keselamatan masyarakat. Menurutnya, ornamen dan desain khas pada PJU juga menjadi wajah daerah yang harus dijaga kualitasnya.

Lebih jauh, Raden Tedi melontarkan peringatan keras kepada pihak kontraktor maupun pelaksana proyek yang mencoba bermain-main dengan spesifikasi pembangunan.

Ia menegaskan, pengurangan kualitas material atau pengerjaan proyek di bawah standar merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan rakyat.

“Kalau ada pengusaha atau kontraktor yang mengurangi spesifikasi, mengakali kualitas, atau bermain proyek demi keuntungan pribadi, harus di-blacklist dari Jawa Barat dan dilaporkan kepada aparat terkait. Tidak boleh ada kompromi terhadap kualitas pembangunan,” katanya.

Raden Tedi juga menyatakan dukungannya terhadap semangat pembangunan yang terus didorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan KDM agar pembangunan di Jabar semakin merata, modern, dan berdampak langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, pembangunan yang serius, terukur, dan diawasi dengan ketat akan menjadi fondasi penting bagi kemajuan Jawa Barat ke depan.

“Jawa Barat harus terus dibangun dengan kualitas terbaik. Infrastruktur harus membuat masyarakat nyaman, aman, bangga, dan merasakan manfaat nyata. Semangat pembangunan untuk Jawa Barat maju harus terus dijaga bersama,” pungkasnya.***

 

(CIANJURNEWS.ID/AR)