Dipotong dari Atas, Bocor di Bawah: Jejak Korupsi yang Tak Pernah Putus di Cianjur

Ilustrasi : Pendopo Bupati Kabupaten Cianjur

CianjurNews.Id || Cianjur – Rangkaian kasus korupsi di Kabupaten Cianjur dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pola yang berulang: praktik terstruktur, melibatkan banyak pihak, dan berdampak langsung pada pelayanan publik.

CianjurNews.id merangkum sejumlah kasus yang telah dipublikasikan secara luas dan memiliki indikasi kerugian negara signifikan. Urutan berikut disusun berdasarkan besaran nilai proyek atau indikasi kerugian yang tersedia di ruang publik – bukan audit resmi terpadu.

 

5 Kasus Korupsi Menonjol & Menghebohkan di Cianjur

1. Kasus Korupsi DAK Pendidikan (OTT KPK 2018)

Kronologi

  • Desember 2018: Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan OTT di Cianjur.
  • Terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan.
  • Sekolah penerima DAK diminta menyetor fee 10–14% dari nilai bantuan.
  • Dana dikumpulkan melalui kepala sekolah dan disalurkan ke pejabat.

Pihak Terlibat

  • Mantan Bupati Cianjur 2016-2021 (IRM)
  • Kepala Dinas Pendidikan (Sbd)
  • Staff dinas Penddikan (R, B, TS)
  • Kepala sekolah (sebagai penyetor dana)
  • Pihak swasta/pejabat lainnya

Vonis (Inkracht)

  • Bupati: ±5 tahun penjara + denda Rp200 juta + pencabutan hak politik
  • Pejabat lain: divonis penjara (bervariasi)

Catatan

Kasus ini paling menghebohkan secara nasional karena OTT KPK terhadap Bupati aktif dan menyasar sektor pendidikan.

 

 2. Kasus Korupsi PJU Dishub Cianjur (2023–2026)

Kronologi

  • Proyek PJU (penerangan jalan umum) dengan nilai sekitar Rp40 miliar. � (RadarCianjur)
  • Ditemukan dugaan mark-up dan penyimpangan proyek.
  • Kerugian negara sekitar Rp8,4 miliar. �
  • Kasus disidangkan di Tipikor Bandung (2025–2026). (Lintas Corruption Watch)

Pihak Terlibat

  • Mantan Kadishub Cianjur (DG)
  • Konsultan perencana (MIH)
  • Pihak swasta pelaksana proyek (AM) �(Lintas Corruption Watch)

Vonis

  • Sebagian terdakwa sudah divonis sekitar 3–4 tahun penjara (berdasarkan perkembangan sidang publik)
  • Ada proses lanjutan/banding

Catatan

Menghebohkan karena:

  • Nilai proyek besar
  • Berkaitan langsung dengan jalan gelap yang dikeluhkan warga

 

3. Kasus Korupsi Kredit Fiktif Bank (2023–2025)

Kronologi

  • Terungkap dari banyaknya kredit macet mencurigakan. � (detikcom)

Modus:

  • Kredit dicairkan tanpa sepengetahuan nasabah
  • Dana dikuasai pelaku
  • Nilai kerugian: ± Rp3,1 miliar � (com)
  • Ada kasus lain Rp2,1 miliar dikembalikan � (Cianjur Update)

Pihak Terlibat

  • Pegawai Bank BUMN (AP, AAR)
  • Perantara/calo (ZN) � (KOMPAS.com)
  • Mantri bank (kasus lain, OAK) �( Ruang Pojok)

Vonis / Status

  • Sebagian diproses hukum (tersangka & persidangan)
  • Sebagian kasus:
  • dihentikan karena pengembalian kerugian � (Cianjur Update)

Catatan

Kontroversial karena:

  • Menyasar rakyat kecil (nasabah)
  • Ada kasus “selesai tanpa pengadilan”

 

4. Kasus Korupsi Infrastruktur / Proyek Publik (berulang)

(kategori besar, termasuk jalan, fasilitas publik, dll.)

Kronologi Umum

  • Proyek dibiayai APBD/APBN
  • Terjadi:
  • mark-up
  • pekerjaan tidak sesuai spesifikasi
  • Biasanya terungkap dari audit atau laporan masyarakat

Pihak Terlibat

  • Pejabat dinas teknis
  • Kontraktor/swasta

Vonis

Bervariasi:

  • ada yang dipidana
  • banyak yang berhenti di penyelidikan

Catatan

  • Ini bukan satu kasus tunggal, tapi pola korupsi paling sering di Cianjur
  • Dampaknya langsung: jalan rusak, proyek cepat rusak

 

5. Kasus Turunan / Jaringan dari Proyek PJU & Pengadaan

(pengembangan dari kasus besar yang menyeret lebih banyak pihak)

Kronologi

  • Pengembangan penyidikan PJU menemukan:
  • tersangka baru dari pihak swasta
  • dugaan aliran dana dan dokumen proyek
  • Penyidikan berkembang sejak 2025

Pihak Terlibat

  • Pejabat dinas
  • Konsultan
  • Vendor/proyek

Vonis

  • Sebagian masih dalam proses sidang
  • Belum seluruhnya inkracht

Catatan

Menunjukkan:

  • Korupsi tidak berdiri sendiri
  • Tapi berjaringan dan berlapis

 

Kesimpulan (Inti Masalah Cianjur)

Dari 5 kasus ini, terlihat pola kuat:

  1. Korupsi berbasis proyek & anggaran
  • DAK → pendidikan
  • PJU → infrastruktur
  • Kredit → sektor keuangan
  1. Selalu melibatkan jaringan
  • pejabat + swasta + perantara
  1. Modus utama
  • Fee proyek
  • Mark-up
  • Rekayasa administrasi
  1. Penegakan hukum belum memberi efek jera
  • Vonis relatif ringan
  • Ada kasus berhenti setelah uang dikembalikan

Korupsi tidak selalu terlihat dalam angka besar. Kadang ia tersembunyi dalam potongan kecil – yang jika dikumpulkan, nilainya jauh lebih besar dari yang terlihat.

Di Cianjur, pertanyaannya bukan lagi apakah korupsi terjadi ?.
Melainkan: siapa yang mampu menghentikan pola yang terus berulang ini?

 

Catatan Redaksi

Tulisan ini disusun berdasarkan:

  • Seluruh uraian berbasis informasi yang telah dipublikasikan dan proses hukum
  • Penulisan ini bertujuan kepentingan publik, memngingatkan dan pengawasan
  • Data terbuka yang dapat diverifikasi

Tidak semua kasus memiliki angka kerugian final yang diumumkan secara resmi. Penyebutan pola dan kronologi dimaksudkan sebagai bagian dari fungsi kontrol publik dan untuk tetap mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat Cianjur  mengenai begitu bahayanya Korupsi dan untuk tetap waspada kemungkinan korupsi masih tetap terjadi di pemerintahan Kabupaten Cianjur.

(CianjurNews.Id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *