Uang Besar Dibalik RSUD Cianjur.

Ilustrasi Gedung RSUD Sayang Cianjur

Dana Ratusan Miliar Mengalir 5 Tahun Terakhir, Publik Sulit Melihat Gambaran Utuh

 CianjurNews || Cianjur — Dalam lima tahun terakhir, aliran anggaran ke seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) milik Pemerintah Kabupaten Cianjur berasal dari berbagai sumber: APBD kabupaten, bantuan provinsi Jawa Barat, APBN, hingga pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Jika digabungkan, nilainya diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

Namun, hingga kini tidak ada satu dokumen publik yang memperlihatkan total dana RSUD per rumah sakit secara utuh. Anggaran tersebar di banyak pos, membuat publik sulit menelusuri berapa sebenarnya dana yang masuk dan digunakan.

Temuan ini muncul dari penelusuran dokumen APBD, laporan perubahan anggaran, rencana pembangunan RSUD baru, serta data bantuan kesehatan dalam kurun sekitar 2021–2025.

ANGGARAN BESAR, TAPI TERSEBAR

RSUD milik Pemkab Cianjur saat ini meliputi: RSUD Sayang, RSUD Cimacan, RSUD Sindangbarang, RSUD Pagelaran/Sidangbarang, serta rencana RSUD baru di Campaka.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 2,6 juta jiwa, kebutuhan rumah sakit daerah di Cianjur masih tinggi. Pemerintah daerah bahkan merencanakan pembangunan RSUD baru karena kapasitas layanan dinilai belum mencukupi.

Di sisi lain, belanja untuk RSUD tersebar dalam berbagai dokumen: APBD kabupaten, bantuan provinsi, dana alokasi khusus (DAK) dari APBN, bantuan bencana, pendapatan BLUD.

Kondisi ini membuat total dana yang masuk ke masing-masing RSUD tidak mudah ditelusuri dalam satu laporan terbuka.

APBD KABUPATEN: TAMBAHAN MILIARAN SETIAP TAHUN

Dalam APBD Perubahan 2024, sektor kesehatan mendapat tambahan anggaran sekitar Rp19,7 miliar. Tambahan ini mencakup kebutuhan beberapa RSUD, termasuk perbaikan fasilitas pascagempa dan perencanaan pembangunan.

Namun, tambahan tersebut tidak dicatat dalam satu pos khusus RSUD. Anggaran tersebar dalam berbagai program dan kegiatan, sehingga publik tidak dapat melihat angka total per rumah sakit.

Untuk 2025, APBD Cianjur hanya menganggarkan sekitar Rp960 juta untuk perencanaan RSUD Campaka.

Padahal total kebutuhan pembangunan RSUD baru tersebut diperkirakan mencapai Rp96 miliar. Fakta ini menunjukkan keterbatasan fiskal daerah untuk membiayai pembangunan RSUD secara penuh.

KETERGANTUNGAN PADA APBN

Karena APBD terbatas, proyek RSUD baru di Cianjur direncanakan mengandalkan dana pusat. Pemerintah daerah mengajukan pembangunan RSUD Campaka senilai puluhan miliar rupiah ke pemerintah pusat.

Selain itu, bantuan pusat juga masuk melalui: DAK kesehatan, bantuan pascabencana, dan dukungan alat kesehatan.

Namun, rincian alokasi APBN per RSUD di Cianjur tidak dipublikasikan secara lengkap dalam satu laporan terbuka.

BANTUAN PROVINSI: MINIM RINCIAN TERBUKA

Bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk sektor kesehatan di Cianjur juga tercatat ada, termasuk untuk perbaikan fasilitas pascagempa.

Namun, data rinci yang menunjukkan: berapa besar bantuan ke tiap RSUD, digunakan untuk apa saja, serta kapan direalisasikan ? belum tersedia dalam satu dokumen publik yang mudah diakses masyarakat.

PASCA GEMPA 2022: DANA TAMBAHAN MASUK

Gempa bumi 2022 menjadi titik penting dalam aliran anggaran kesehatan di Cianjur. Beberapa RSUD mendapatkan tambahan anggaran untuk perbaikan fasilitas dan layanan.

Meski demikian, laporan komprehensif yang merangkum total dana rehabilitasi RSUD pascagempa belum dipublikasikan secara utuh.

TRANSPARANSI JADI PERTANYAAN

Penelusuran menunjukkan tidak ada satu dashboard atau laporan terbuka yang merangkum total dana RSUD per tahun dan per rumah sakit di Cianjur.

Padahal, jika digabungkan dari berbagai sumber, dana yang berputar dalam operasional dan pembangunan RSUD mencapai angka besar setiap tahun.

Kondisi ini memunculkan sejumlah pertanyaan publik: berapa total dana RSUD lima tahun terakhir?, berapa yang berasal dari APBD, provinsi, dan APBN?, digunakan untuk program apa saja?, bagaimana pengawasan penggunaannya?

Tanpa data yang tersaji dalam satu laporan utuh, masyarakat sulit memantau penggunaan anggaran kesehatan daerah.

PROYEK RSUD BARU: UJIAN PENGAWASAN

Rencana pembangunan RSUD baru di Cianjur menjadi proyek kesehatan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Dengan kebutuhan anggaran puluhan miliar rupiah, proyek ini berpotensi melibatkan dana pusat dan daerah sekaligus.

Pengawasan publik terhadap proyek ini dinilai penting, mengingat besarnya anggaran yang akan digunakan serta kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

PENURUNAN TRANSFER PUSAT

Di tengah rencana pembangunan RSUD baru, dana transfer pusat ke daerah sempat mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini berpotensi memengaruhi belanja modal sektor kesehatan, termasuk pembangunan dan pengadaan fasilitas RSUD.

Penelusuran data lima tahun terakhir menunjukkan:

  • Anggaran RSUD di Cianjur bernilai besar dan rutin mengalir dari berbagai sumber.
  • Dana berasal dari APBD, provinsi, APBN, BLUD, dan bantuan bencana.
  • Data anggaran masih tersebar di banyak dokumen.
  • Publik belum memiliki gambaran utuh total dana RSUD per rumah sakit.

Proyek RSUD baru menjadi ujian transparansi pengelolaan anggaran kesehatan daerah.

Catatan Redaksi :

Berita ini disusun berdasarkan penelusuran dokumen anggaran, laporan pemerintah daerah, serta sumber terbuka lainnya. Redaksi membuka ruang klarifikasi dan tanggapan dari: Pemerintah Kabupaten Cianjur, Dinas Kesehatan, Manajemen RSUD & DPRD untuk melengkapi informasi terkait total anggaran RSUD dan penggunaannya.

(Redaksi CianjurNews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup